Senin, 10 Maret 2014

1IA08

Kelas yang pertama kali gw dudukin ketika lulus dari SMA dan keterima di Universitas Gunadarma ini , saat itu suasana kelas terasa asing dan terasa flat banget.

Awal gw masuk kelas gw diajak kenalan sama cewe yang satu ini, namanya Dwi Sari Hartini. Setelah kenal dia gw pun mengenal satu demi satu anak dikelas. Hari pertama gw laluin dengan mulus, bisa dibilang gw mulai sedikit ngerasa akan nyaman berada dikelas ini.

Hari demi hari pun gw laluin, gw mulai bisa beradaptasi sama anak-anak cowo yang jumlahnya lebih banyak dibanding anak-anak cewe yang waktu itu cuma 9orang. Suasana kelas yang rame, ngebuat gw ngerasa ada hal baru yang bakal gw temuin dimasa-masa kuliah ini.

Nia Ita Mora, Vina Karlina, Dwi Sari Hartini, dan Ficky Ichsan Hendrawan mereka yang akhirnya jadi orang-orang yang saat ini bisa gw bilang Sahabat Sejati karena disaat keadaan gimanapun mereka selalu ada buat gw. Selain mereka ada juga Ilham Dwi Nugroho, Tauviq Imam Syafrudin, Romario Faria, Muhammad Faris, Eko Nurcahyo, Reza Fahlefhi, Faisal Agung Wibowo, Yudha Wastu Permana, Randy Komara, Muhammad Army, Raden Muhammad Nur Wicaksono mereka anak-anak kossan Ranger yang juga jadi Sahabat gw dimana kalo lagi ngumpul pasti ada aja yang diomongin dari seneng sedih ketawa bete marah dan yang lain-lainnya.

Suatu saat gw ngerasa ada sosok seseorang yang dulu sempet gw anggep aneh berubah menjadi seseorang yang bisa buat gw ngerasa ada kenyamanan kalo gw deket dia. Tanpa gw sebut namanya juga pasti dia tau kalo dia yang gw maksud. Kita emang sempet deket, bisa dibilang kalo dia cowo yang punya pemikiran lain dari cowo-cowo yang gw kenal sebelumnya. Dia banyak ngajarin gw hal yang ngebuat gw bisa lebih baik lagi dalam memilih mana yang harus dijadiin prioritas utama.

Seiring berjalannya waktu gw ngelakuin kesalahan yang ngebuat tali pertemanan dekat itu putus sedikit demi sedikit sampe akhirnya ada yang menjauh:) walau gimanapun juga, gw ngga pernah nyesel bisa kenal dia dan bisa dibimbing buat jadi cewe kuat dan cewe tegar. Dan gw berharap walaupun kita ngga sedeket dulu lagi, kita masih bisa ngobrol kayak temenan dulu.

Yang pasti gw sayang sama semua yang ada dikelas 1IA08. Kalian itu udah jadi keluarga gw dikampus yang bisa susah seneng bareng-bareng, ngadepin dosen yang galak bareng-bareng, dan yang paling penting solidaritas kalian sampe sekarang masih terjaga:)

Gw berharap sampe kapanpun, kita bisa sama-sama terus jangan sampe karna ada temen baru ngelupain temen lama gitu aja. Ngga ada kata Mantan Temen, yang ada Temen Sejati sampe tua^^

(nb: jangan sok nebak-nebak orang yang gw maksud ya hehehe) :D


Selasa, 12 November 2013

Mereka

Aku benci hidupku Tuhan!
Aku muak!

Apa salahku Tuhan?

Kalau boleh memilih, aku memilih untuk tidak ada didunia ini sekarang ...
Kehidupan ini terlalu kejam!

Aku ingin BAHAGIA Tuhan ...

Aku ingin memiliki teman, sahabat, kakak, adik, kekasih yang bisa menerima aku apa adanya ...
Aku ingin berbagi kesedihanku dengan mereka ...
Aku ingin berbagi kebahagiaan dengan mereka ...
Aku ingin tertawa bersama dengan mereka ...
Aku ingin bersedih bersama dengan mereka ...

Tapi, mengapa sampai saat ini semua itu tidak aku dapatkan?
Apakah permintaanku terlalu berlebihan?
Apakah aku tidak pantas mendapatkan itu?

Mereka ...
Aku ingin seperti mereka ...

Hidup dengan orang-orang yang menyayangi mereka apa adanya ...
Merasakan kebahagiaan yang tidak aku miliki ...
Memiliki waktu untuk menghabiskan kesempatan hidup sesuai harapan mereka ...

Aku tidak bisa terus berpura-pura dalam menjalani kehidupan ini ...
Aku tidak bisa berpura-pura senang ...
Aku tidak bisa berpura-pura seakan semua berjalan dengan baik sedangkan hatiku mengatakan tidak ...

Aku ingin sebelum hidupku berakhir, aku bisa membuat sesuatu yang berguna untuk orang-orang disekitarku ...

Aku ingin mereka tau, seburuk apapun aku difikiran mereka aku tidak pernah menaruh benci pada mereka karna mereka pun bagian dari perjalanan kehidupanku yang sudah kau takdirkan ...

Minggu, 29 September 2013

Aku Memanggilnya "Ahli Biologi"

"Kamu udah susah makan, ngga suka sayur-sayuran, makan buah juga jarang jadi gimana kamu mau sehat kalo kayak gitu? Sekarang mending kamu beli oatmeal deh kan banyak rasanya tuh, sengganya perut kamu ngga kosong banget lah biar ngga sakit"

kalimat itu yang terus teringat sampai saat ini ...
entah apa yang membuat aku selalu mengingat kalimat itu ...
aku tidak pernah bosan untuk mengulang-ulang membaca kalimat itu ...

bagi sebagian orang mungkin aneh menginggat kalimat yang siapa pun bisa mengucapkannya ...
namun tidak bagiku, kalimat itu baru aku dengar dari kamu "Ahli Biologiku" yang sudah mengisi hari-hariku selama ini ...

namun, sekarang sudah tidak ada lagi kalimat semacam itu yang aku dengar darimu ...
entah sudah seberapa besarkah kesalahan yang aku perbuat sampai semuanya menjadi hancur seperti ini ...

aku merindukan saat-saat itu ...
saat dimana aku selalu ingin mendengar kalimat apa lagi yang akan kamu keluarkan hari ini ...
kekonyolan apa lagi yang akan kamu berikan untuk menjelaskan sesuatu ...
sehingga aku dapat tertawa lepas ...

namun sayang memang, semua itu hanya tinggal sebuah kenangan dalam capture yang tersimpan rapih difolder handphoneku ...
dan tidak akan ada lagi kalimat-kalimat ajaib yang membuat senyum dibibirku sekarang ...

Senin, 13 Mei 2013

Tegak Berdiri Sendiri

Pernahkah kau merasakan jadi aku, jadi aku yang selalu di antara 2 rasa yaitu rasa bersalah dan rasa ingin memuliki? Taukah bagaimana rasanya di ikuti rasa bersalah karna sudah membuatmu jauh dari seseorang yang kau sayangi sebelum hadirnya aku dalam kehidupanmu? Taukah bagaimana rasanya menahan rasa untuk menjadi seseorang yang spesial di hatimu, sebenarnya aku sudah tau sudah ada orang lain di hatimu. :'(

Mungkin selama ini aku kamu dan dia sama-sama menjaga perasaan yang lain agar tak ada yang tersakiti, tapi tanpa kau sadari kau terus membicarakannya bersamaku namun kau tak pernah membicarakan aku bersama dia. Adilkah semua itu? Apakah itu yang di namakan menjaga perasaan? :') Aku mulai bertanya pada bintang, apakah yang kau lakukan itu adil untukku? Apakah kau sudah menjaga perasaanku dengan cara yang benar?

Seiring berjalannya waktu, aku semakin memikirkan perasaanku yang sudah kau abaikan. Memikirkan apa yang harusku buat. Namun sampai saat inipun aku belum menemukan jawabannya, aku masih terjebak oleh hatiku sendiri. Aku terjebak dalam rasa yang terlalu dalam untukmu. Sehingga aku hanya bisa mengikuti hari-hari yang terus berjalan.

Namun setelah aku berdiam diri dan bertanya pada Tuhan, aku mulai merasakan sesuatu hal penting yang harus ku lakukan. Aku harus mencoba untuk membalikkan keadaan. Aku harus terbebas dari 2 rasa itu. Aku harus bisa mengontrol diriku sendiri. Aku harus jadi pribadi yang tak merugikan orang lain. Dan yang terpenting, aku harus bisa Tegak Berdiri Sendiri bagaimanapun keadaannya.

Aku tau semua ini butuh proses. Aku tau aku harus memperbaiki kesalahan yang sudahku buat. Dan aku harus melakukan semua itu sendiri, tak bisa aku melibatkan kalian ber2. Kalian sudah terlalu baik, kalian sudah terlalu banyak berkorban untukku. Inilah saatnya aku yang mengalah untuk membuat keadaan menjadi baik kembali.

Kini aku benar-benar harus memutuskan untuk Tegak Berdiri Sendiri. Melawan kerasnya hantaman rasa yang ku punya. Menahan sakitnya rasa bersalah yang ku rasakan. Berusahan untuk selalu menegakan pandangan. Dan yang terpenting, memberikan kebebasan untuk orang-orang yang berada di sekitarku. :)

Sabtu, 11 Mei 2013

Terhitung Hari Ini:)

Terhitung Hari Ini aku akan berhenti berharap ...
Aku berhenti menunggu ...
Aku berhenti mengganggumu ...

Dan ...

Terhitung Hari Ini aku mulai menyayangimu dalam diam ...
Aku mulai merindukanmu dalam sepi ...

Karena, aku tau kalau diam memberikan banyak arti ...
Aku tau kalau sepi memberikan sebuah ketenangan ...

Terhitung Hari Ini aku memahami arti sebuah ketulusan ...
Aku memahami arti sebuah pengorbanan ...

Mereka yang mendukung mungkin banyak ...
Namun tidak sedikit pula yang menentang ...

Tetapi ...

Terhitung Hari Ini aku akan membuat mereka terdiam ...
Aku akan membuat mereka mengerti dengan keadaan yang sesungguhnya ...

Namun ...
Semua butuh waktu, dan aku pun membutuhkannya ...
Membutuhkan untuk memikirkan bagaimana caranya untuk bisa mengambil jalan terbaik ...

Karna kesalahanku terdahulu, semuanya menjadi kacau ...
Yang seharusnya baik-baik saja menjadi hancur berantakan ...

Entahlah ...

Terhitung Hari Ini pula aku semakin merasakan salah yang begitu besar ...
Penyesalan yang begitu mendalam ...

Aku takut ...
Aku terpojokkan ...

Jadi ...

Terhitung Hari Ini aku memilih untuk sendiri ...
Aku memilih untuk menjauhi semuanya ...

Aku hanya bisa berbicara tentang semuanya pada Tuhan ...
Aku hanya bisa berbagi dengan angin yang berhembus ...
Aku hanya bisa bersandar pada pohon besar yang memberikan kesejukan ...

Selain itu ...

Terhitung Hari Ini aku semakin yakin dengan angin yang berhembus ...
Aku semakin yakin dengan kehadiran Tuhan walaupun tak nyata ...
Aku yakin dengan kesejukan yang di berikan oleh pohon besar ...

Dan pada akhirnya ...

Terhitung Hari Ini aku mulai mengetahui semua yang ada dalam dirimu ...
Aku mulai mengetahui siapa dia ataupun dia yang pernah kau tunjukkan padaku ...

Walaupun aku tau semua ini mungkin terlambat ...
Aku tau semua ini tak akan bermakna apa-apa lagi ...
Tapi tak pernah ada yang namanya terlambat ...
Karena, lebih baik mengetahui daripada tidak mengetahuinya sama sekali ...

Egois

Rasa ini salah ...
Rasa ini harusnya musnah ...
Rasa ini harusnya tidak ada ...

Aku terjebak ...
Terjebak dengan rasaku sendiri ...

Egoisnya aku yang mementingkan perasaanku sendiri ...
Egoisnya aku yang tak bisa menerima kenyataan ...
Egoisnya aku yang terus menekan dia untuk mengerti akan perasaanku ...
Egoisnya aku yang tak bisa membiarkan dia bahagia dengan pilihannya ...

Sekarang semua sudah berantakan ...
Aku sudah membuat semuanya jadi tak berarti ...
Berbuat apapun sudah tidak ada yang bisa membuat keadaan menjadi baik ...

Entah mengapa aku jadi seperti ini ...
Entah mengapa aku seperti kehilangan arah yang benar ...

Hati dan Fikiranku benar-benar tidak bisa sejalan ...
Hatiku selalu membawa aku untuk tetap mempertahankan apa yang aku rasa ...
Namun di sisi lain Fikiranku ingin melepaskan semuanya ...

Tuhan, sebesar inikah keegoisan yang aku punya?
Sebesar inikah keinginanku untuk mempertahankan semuanya?

Bantu aku mencari jalan keluarnya Tuhan ... :'(
Aku tidak mau terjebak dengan keegoisanku ini ... :'(

Rabu, 01 Mei 2013

Hening :)

Hening membawanya dalam tenang ...
Hening membawanya dalam nyaman ...
Hening membawanya dalam kasih ...
dan Hening pula membawanya dalam cinta ...

ketika bersama Hening hidupnya damai ...
ketika bersama Hening hidupnya sempurna ...

aku pun terkalahkan oleh Hening ...
tak ada sebandingnya aku dengan Hening ...

aku hanya bisa membiarkan dia dengan Hening ...
aku hanya bisa menahan rasa sakit ketika melihat dia menatap Hening ...

itu semua ku lakukan,
because I know who I'm ... :)

dan saat ini pula yang bisa ku lakukan hanya merelakan dia,
merelakan dia yang sangat sulit untuk direlakan ...
dan melepas rasa,
melepas rasa yang sangat sulit untuk dilepas ...

tapi suatu saat nanti ketika hatinya terbuka,
aku berharap dia tau kalau aku bisa lebih baik dari Hening ...